Sungguh hidup terus diburu
berpacu dengan waktu
Bergerak perlahan, menuju terbitnya matahari
terkadang senang bahagia
terkadang sedih menderita
selalu datang menerka dalam jiwa
yang telah melangkah dalam ayunan angin lalu
kini saatnya menengadahkan tangan kepada Ilahi
dikala remang dalam segala gulita
mensyukuri terang cahaya-Nya
dengan segala anugerah
telah tercurah dalam hati
kini saatnya membangun menara iman
menjulang tinggi dari tiang-tiang kerinduan
tempat hati kelak bersandar pada-Nya
hidup terus berlalu memohon pertolongan-Nya
meminta ampunan-Nya dalam kesabaran
untuk menanti angin yang akan meniup layar dalam mengarungi lautan luas
untuk menyambut fajar abadi
mengharap berada dalam pelukan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
masukan anda