Sepekan terakhir ini, jutaan lembar baju seragam dicorat-coret dan terbuang percuma. Sementara di
seluruh pelosok negeri, jutaan anak tak punya baju seragam untuk sekolah. Sampaikan kepada saudara/i kita agar tidak mencorat-coret baju seragamnya. Syukuri kelulusan dengan mengumpulkan baju seragam yang tak
terpakai lagi. Salurkan ke Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jl Ir H Juanda No 50 Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B-8, Ciputat (021-7414482). Tolong sebarkan ke semua friends list di YM dan Facebook (Grup, Status, dan Catatan)
>>> Seberapa Tinggi Harga Seragam Sekolah?
Ditulis oleh Bayu Gawtama, Direktur Program ACT Foundation.
“Kenapa nggak sekolah nak?” tanya Pak Baihaki kepada salah seorang muridnya yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Si murid pilu menjawab, “Saya tidak punya seragam lagi, yang biasa dipakai sudah sobek”. Pak Bai, begitu panggilan akrab Kepala Sekolah SMP Modis (model islami) ini tertunduk haru, ini bukan satu-satunya murid yang mundur dari sekolahnya lantaran tidak punya seragam sekolah. Ia selalu mengupayakan untuk mendapatkan baju-baju seragam bekas dari mana saja bisa didapat, agar semata anak-anak didiknya bisa terus bersekolah.
“Mereka hanya malu, karena selalu pakai yang itu-itu saja setiap hari. Tetapi memang ada juga yang benar-benar tidak lagi memiliki seragam sekolah,” terang Pak Bai sambil menghela napasnya. Sudah puluhan muridnya yang meninggalkan bangku sekolah, tentu saja dengan berbagai alasan meskipun sekolah Modis yang dikelolanya itu seratus persen gratis. “tidak satu rupiah pun murid disini dimintai bayaran, mereka tinggal datang dan belajar,” ujarnya.
Sekolah Modis terletak di Kampung Pasar Rebo, Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, jika menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta hanya kurang dari dua jam sudah bisa sampai ke lokasi ini. Sekolah tersebut hanya memilki dua ruang kelas yang belum diplester luar dalam, lantai masih sekadar disemen kasar, dengan fasilitas seadanya. Selain meja belajar yang semuanya bekas, sebagian sudah mulai patah dan rusak, papan tulis sederhana, tanpa lemari ataupun pajangan. Sekolah berjendela tanpa kaca, dibiarkan melompong begitu saja, tak ada juga daun pintu sehingga jalur keluar masuk tanpa harus membuka dan menutup pintu. Tiang penyangga bangunan di teras sekolah masih menggunakan kayu-kayu balok biasa, yang Pak Baihaki pun tidak tahu sampai berapa lama akan bertahan.
Sebenarnya masih ada satu kelas lagi yang kondisinya “lebih baik”, yakni hasil sulapan dari teras mushola menjadi ruang kelas. “tadinya ruang ini dipakai untuk pengajian ibu-ibu, tetapi mereka ikhlas kalau ini dijadikan kelas, mengingat keterbatasan ruang belajar kami,” terang Pak Bai. Alhasil, dengan tiga kelas inilah sekitar 116 siswa belajar dengan cara digilir jam masuknya. “Alhamdulillah, dengan segala keterbatasannya, kegiatan belajar mengajar masih bisa terlaksana”.
Belum tersedia toilet, meskipun sudah ada bangunan kecil 1x2 meter yang direncanakan sebagai toilet, namun kondisinya masih belum layak pakai, sehingga jika para murid hendak ke toilet harus menumpang di rumah orang tua Pak Baihaki yang terletak di sebelah sekolah. Yang menarik, rumah gubuk yang sudah tua itu disulap Pak Baihaki menjadi kantor sekolah. Rumah itu, ya tempat tinggal juga, kantor juga. Hanya ruang tamu yang dipakai sebagai kantor, selebihnya adalah area rumah tangga si pemilik rumah. Itupun mereka harus berbagi toilet dengan ratusan murid SMP Modis.
Di “kantor” sekolah itu, teronggok beberapa komputer tua. Ada lima komputer di atas meja, namun hanya tiga yang bisa digunakan. Sekitar 4-5 komputer lagi dibiarkan menjadi rongsokan di bawah meja dan di pojok ruangan. “dengan komputer seadanya ini, kami sekadar mengenalkan murid-murid bagaimana menggunakan komputer. Mereka bersemangat sekali kalau belajar komputer, tapi dengan hanya tiga unit yang bisa digunakan, mereka harus rela bergiliran,” kata Pak Bai.
Biaya pendidikan digratiskan bagi seluruh peserta didik, bahkan pihak sekolah masih mengupayakan pengadaan buku pelajaran dan alat tulis bagi para siswa. Operasional sekolah, termasuk gaji guru diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Jika para peserta didik tidak membayar uang sekolah sepeser pun, berapa gaji guru di sekolah tersebut? “Sekitar tiga juta…” jawab Pak Baihaki, “… untuk delapan belas guru…” tambahnya. Bayangkan, tiga juta rupiah dibagi untuk delapan belas guru.
Apa yang membuat Pak Baihaki, Pak Muhtadin –adik kandung Pak Baihaki- dan belasan guru lainnya tetap bersemangat mengajar di SMP satu-satunya di Desa Babakan ini? “Kami punya cita-cita tinggi, desa kami harus dibangun oleh tangan-tangan terampil putra daerah. Kebanyakan anak-anak disini putus sekolah setelah lulus sekolah dasar, kami ingin mengubah itu. Selain itu, kami melihat semangat belajar yang tinggi dari anak-anak, kami bayangkan suatu saat juara olimpiade fisika atau matematika berasal dari sekolah ini…” mata Pak Baihaki berbinar-binar.
Sempat Pak Baihaki menitip pesan, “Kalau masih ada seragam bekas di Jakarta, bawalah kesini. Akan sangat berharga bagi anak-anak didik kami…”
Sementara di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, saat ini kita menyaksikan pemandangan aksi coret menyoret seragam tanda kelulusan. Harga satu pasang seragam sekolah bagi mereka mungkin sangat kecil, tetapi bagi anak-anak di Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, juga di berbagai daerah tertinggal lainnya, amatlah mahal. Puluhan juta anak di Indonesia tidak sanggup melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, mungkin sebagian dari mereka tidak sekolah hanya karena tidak memiliki seragam yang layak. Sementara di kota besar, anak-anak berkelebihan sengaja menyobek, menyoret dan bahkan membuang seragam mereka dengan berbagai alasan.
Cobalah turun ke daerah-daerah, anak-anak di kampung-kampung bermain, sekolah, menggembala ternak, sampai tidur pun menggunakan pakaian yang sama. Pakaian seragam sekolah yang tidak lagi berwarna putih, dengan kantong sobek, kerah berdaki dan kancing yang tak lengkap. Celananya pun warna merah atau birunya pudar, sebagian besar dihiasi oleh jahitan berulang kali di selangkangan serta resleting yang rusak. Ah, benar-benar mahal harga sepasang seragam sekolah… (Gaw)
***
Tulisan ini terinspirasi dari kunjungan tim ACT – Aksi Cepat Tanggap, ke sekolah Modis, di Tenjo, Kabupaten Bogor. Sebagai bagian dari program CERDAS INDONESIA, ACT
http://www.actforhumanity.or.id/perspactive/?id=45&jdl=seberapa_tinggi_harga_seragam_sekolah?
29.4.10
26.4.10
Pengumuman UNAS menangis dan bahagia
Pengumuman hari ini tanggal 26 April 2010,menyisakan banyak cerita,menangis,bahagia,ketawa semuanya tumpah menjadi satu saat pembagian amplop pelulusan,satu kata Alhamdulillah sekaligus sedih terharu bahagia,sedihnya karna teman sayayang kami anggap terbaik di kelas tapi tidak lulus,inilah salah satu buktib lagi bahwa UNAS itu TIDAK ADIL.
sudah sepantasnya pemerintah memberikan otonomi kapada masing-masung sekolah,secara orang yang berprestasi tapi koq tidak lulus ini kan tidak adil,,,,saya memposting artikel ini sesaat setelah pengumuman,sebenarnya masih banyak lagi unek-unek yang ingin saya keluarkan tapi sekarang lagi aksi coret-coretan,,,,
sudah sepantasnya pemerintah memberikan otonomi kapada masing-masung sekolah,secara orang yang berprestasi tapi koq tidak lulus ini kan tidak adil,,,,saya memposting artikel ini sesaat setelah pengumuman,sebenarnya masih banyak lagi unek-unek yang ingin saya keluarkan tapi sekarang lagi aksi coret-coretan,,,,
BERSERAH DIRI KEHADAPAN-MU ya ALLAH
Dalam hitungan detik merayap lambat kemenit
Setiap menit terus berputar putar berpindah hari
Degub jantung menghitung napas bersama denyut nadi
Helaan napas dari setiap pembuluh dan jantung yang kian berdebar
Terus berdegub dan denyut nadipun kian melemah
Semangkin keras degup jantung kian menyesakan napas
Sisa usia yang tinggal beberapa langkah kedepan
Sendi sendi tubuhpun terus merana kesakitan Seirama dengan bayangan dosa yang tergambar Meratapi kenikmatan yang diperoleh sesaat Memohon ampunanNya melewatkan kesempatan yang diberikan Meratapi kebohongan dan kepalsuan yang telah dipebuat Merusak,memutar balikan fakta dan merkosa aqidah Lidahpun terasa kelu untuk mengucapkan takdir Pinggang terasa kaku agar dapat membungkuk untuk ruku . Tatkala berlutut untuk bersujud Berat rasanya kepala untuk dapat bangkit karena pembuluh darah beku Sendi sendi kaki terasa ngilu dan sakit untuk tahiyat akhir bayangan dosapun semakin tampak Semakin besar dan besar seakan sulit untuk ditembus Allahu Akbar Allah Maha Adil Allah Maha Pengampun seruan bertobatpun berkumandang setiap hari Tak terbayangkan apa yang terjadi kelak Sisa usia yang tinggal beberapa langkah Anggota tubuh yang terus kesakitan
Menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat Didalam kerentaan ini……………………………
Nampaknya masih ada sisa pengampunan dari sekian dosa
Dengan tertatih-tatih mencoba menggapainya
Mencoba agar dapat terhapuskan perbuatan nista dengan dalih khilaf
Setiap saat rasa dosa akan selalu membuntuti dan membayangi
Dari usia yang menjelang senja
Merenung dan tapakur
Beribadah,Berdzikir dan berdoa
Berserah diri dalam ibadah memohon ampunanNya
Setiap saat, setiap waktu, selalu dan selalu
Pada saat usia yang terus berkurang,ajalpun semakin dekat
Berserah diri untuk terus bertobat kematianpun tak bisa dihindari
Setiap menit terus berputar putar berpindah hari
Degub jantung menghitung napas bersama denyut nadi
Helaan napas dari setiap pembuluh dan jantung yang kian berdebar
Terus berdegub dan denyut nadipun kian melemah
Semangkin keras degup jantung kian menyesakan napas
Sisa usia yang tinggal beberapa langkah kedepan
Sendi sendi tubuhpun terus merana kesakitan Seirama dengan bayangan dosa yang tergambar Meratapi kenikmatan yang diperoleh sesaat Memohon ampunanNya melewatkan kesempatan yang diberikan Meratapi kebohongan dan kepalsuan yang telah dipebuat Merusak,memutar balikan fakta dan merkosa aqidah Lidahpun terasa kelu untuk mengucapkan takdir Pinggang terasa kaku agar dapat membungkuk untuk ruku . Tatkala berlutut untuk bersujud Berat rasanya kepala untuk dapat bangkit karena pembuluh darah beku Sendi sendi kaki terasa ngilu dan sakit untuk tahiyat akhir bayangan dosapun semakin tampak Semakin besar dan besar seakan sulit untuk ditembus Allahu Akbar Allah Maha Adil Allah Maha Pengampun seruan bertobatpun berkumandang setiap hari Tak terbayangkan apa yang terjadi kelak Sisa usia yang tinggal beberapa langkah Anggota tubuh yang terus kesakitan
Menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat Didalam kerentaan ini……………………………
Nampaknya masih ada sisa pengampunan dari sekian dosa
Dengan tertatih-tatih mencoba menggapainya
Mencoba agar dapat terhapuskan perbuatan nista dengan dalih khilaf
Setiap saat rasa dosa akan selalu membuntuti dan membayangi
Dari usia yang menjelang senja
Merenung dan tapakur
Beribadah,Berdzikir dan berdoa
Berserah diri dalam ibadah memohon ampunanNya
Setiap saat, setiap waktu, selalu dan selalu
Pada saat usia yang terus berkurang,ajalpun semakin dekat
Berserah diri untuk terus bertobat kematianpun tak bisa dihindari
22.4.10
BELAJAR UNTUK IKHLAS Pesan Baru
Meninggalkan Sikap Riya
Adapun ikhlas dalam ketaatan adalah meninggalkan sikap riya. Ikhlas termasuk amal hati yang tidak bisa diketahui kecuali oleh seorang hamba dan Tuhannya.
Terkadang urusan ikhlas ini samar dan tercampur baur bagi seorang hamba hingga ia meneliti lebih lanjut dan bertanya-tanya pada dirinya, dan berulang-ulang berpikir kenapa ia melaksanakan ketaatan itu atau kenapa ia melibatkan dirinya dalam ketaatan.
Jika ia menemukan bahwa dirinya melaksanakan ketaatan itu semata-mata karena Allah, maka berarti ia telah menjadi orang yang ikhlas. Jika ia menemukan dirinya ternyata melaksanakan ketaatan karena tujuan duniawi tertentu, maka berarti ia telah menjadi orang yang riya. Nafsiyah (pola sikap) seperti ini membutuhkan penanganan secara serius, yang bisa jadi membutuhkan waktu yang lama.
Tanda-tanda Ikhlas : Menyembunyikan Kebaikan Diri
Jika seseorang telah sampai pada martabat, dimana ia lebih suka menyembunyikan segala kebaikannya, maka hal itu menandakan dirinya telah ikhlas.
Al-Quthubi berkata: Al-Hasan pernah ditanya tentang ikhlas dan riya, kemudian ia berkata: Di antara tanda keikhlasan adalah jika engkau suka menyembunyikan kebaikanmu dan tidak suka menyembunyikan kesalahanmu.
Abu Yusuf berkata dalam buku Al-Kharaj: Mas’ar telah memberitahukan kepadaku dari Saad bin Ibrahim, ia berkata: Mereka (para sahabat) mengampiri seorang laki-laki pada perang Al-Qadisiyah. Laki-laki itu tangan dan kakinya terputus, ia sedang memeriksa pasukan seraya membacakan firman Allah:
مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
Mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (TQS. An-Nasa [4]: 69)
Seseorang berkata kepada laki-laki itu: Siapa engkau wahai hamba Allah? Ia berkata: Aku adalah seseorang dari kaum Anshar. Laki-laki itu tidak mau menyebutkan namanya.
Dalil Al Qur’an Wajibnya Ikhlas
Ikhlas hukumnya wajib. Dalilnya sangat banyak, baik dari Al-Kitab maupun As-Sunah.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya. (TQS. Az-Zumar [39]: 2)
أَلاَ لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik) (TQS. Az-Zumar [39]: 3)
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (TQS. Az-Zumar [39]: 11)
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي
Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (TQS. Az-Zumar [39]: 14)
Ayat-ayat di atas merupakan seruan kepada Rasulullah saw., hanyasaja sudah dimaklumi bahwa seruan kepada Rasulullah saw. adalah juga seruan kepada umatnya.
Dalil As Sunnah Wajibnya Ikhlas
Adapun dalil wajibnya ikhlas dari As-Sunah adalah :
· Hadits dari Abdullah bin Mas’ud riwayat At-Tirmidzi dan As-Syafi’i dalam Ar-Risalah dari Nabi saw., beliau bersabda:
«نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلاَثٌ لاَ يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلاَصُ الْعَمَلِ ِللهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ»
Allah akan menerangi orang yang mendengar perkataaku, kemudian ia menyadarinya, menjaganya, dan menyampaikannya. Terkadang ada orang yang membawa pengetahuan kepada orang yang lebih tahu darinya. Ada tiga perkara yang menyebabkan hati seorang muslim tidak dirasuki sifat dengki, yaitu ikhlas beramal karena Allah, menasihati para pemimipin kaum Muslim, dan senantiasa ada dalam jama’ah al-muslimin. Karena dakwah akan menyelimuti dari belakang mereka.
· Hadist dari Ubay bin Kaab ra. riwayat Ahmad, ia berkata dalam Al-Mukhtarah isnadnya hasan. Rasulullah saw. bersabda:
«بَشِّرْ هَذِهِ اْلأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي اْلأَرْضِ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلَ اْلآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ نَصِيبٌ»
Berikanlah kabar gembira kepada umat ini dengan kemegahan, keluhuran, pertolongan, dan keteguhan di muka bumi. Siapa saja dari umat ini yang melaksanakan amal akhirat untuk dunianya, maka kelak di akhirat ia tidak akan mendapatkan bagian apapun.
· Hadits dari Anas riwayat Ibnu Majah dan Al-Hakim, ia berkata hadits ini shahih memenuhi syarat Bukhari Muslim, Rasulullah saw. bersabda:
«مَنْ فَارَقَ الدُّنْيَا عَلَى اْلإِخْلَاصِ ِللهِ وَحْدَهُ وَعِبَادَتِهِ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ مَاتَ وَاللهُ عَنْهُ رَاضٍ»
Barang siapa yang meninggalkan dunia ini (wafat) dengan membawa keikhlasan karena Allah Swt. saja, ia tidak menyekutukan Allah sedikitpun, ia melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, maka ia telah meninggalkan dunia ini dengan membawa ridha Allah.
· Hadits dari Abi Umamah Al-Bahili riwayat An-Nasai dan Abu Daud, Rasulullah saw. bersabda:
«إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ»
Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan dilakukakan karena mengharap ridha Allah semata. Al-Mundziri berkata isnadnya shahih.
(Sumber: Buku Hizbut Tahrir, Min Muqowwimat an Nafsiyah al Islamiyah)
www.hizbut-tahrir.or.id
Adapun ikhlas dalam ketaatan adalah meninggalkan sikap riya. Ikhlas termasuk amal hati yang tidak bisa diketahui kecuali oleh seorang hamba dan Tuhannya.
Terkadang urusan ikhlas ini samar dan tercampur baur bagi seorang hamba hingga ia meneliti lebih lanjut dan bertanya-tanya pada dirinya, dan berulang-ulang berpikir kenapa ia melaksanakan ketaatan itu atau kenapa ia melibatkan dirinya dalam ketaatan.
Jika ia menemukan bahwa dirinya melaksanakan ketaatan itu semata-mata karena Allah, maka berarti ia telah menjadi orang yang ikhlas. Jika ia menemukan dirinya ternyata melaksanakan ketaatan karena tujuan duniawi tertentu, maka berarti ia telah menjadi orang yang riya. Nafsiyah (pola sikap) seperti ini membutuhkan penanganan secara serius, yang bisa jadi membutuhkan waktu yang lama.
Tanda-tanda Ikhlas : Menyembunyikan Kebaikan Diri
Jika seseorang telah sampai pada martabat, dimana ia lebih suka menyembunyikan segala kebaikannya, maka hal itu menandakan dirinya telah ikhlas.
Al-Quthubi berkata: Al-Hasan pernah ditanya tentang ikhlas dan riya, kemudian ia berkata: Di antara tanda keikhlasan adalah jika engkau suka menyembunyikan kebaikanmu dan tidak suka menyembunyikan kesalahanmu.
Abu Yusuf berkata dalam buku Al-Kharaj: Mas’ar telah memberitahukan kepadaku dari Saad bin Ibrahim, ia berkata: Mereka (para sahabat) mengampiri seorang laki-laki pada perang Al-Qadisiyah. Laki-laki itu tangan dan kakinya terputus, ia sedang memeriksa pasukan seraya membacakan firman Allah:
مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
Mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (TQS. An-Nasa [4]: 69)
Seseorang berkata kepada laki-laki itu: Siapa engkau wahai hamba Allah? Ia berkata: Aku adalah seseorang dari kaum Anshar. Laki-laki itu tidak mau menyebutkan namanya.
Dalil Al Qur’an Wajibnya Ikhlas
Ikhlas hukumnya wajib. Dalilnya sangat banyak, baik dari Al-Kitab maupun As-Sunah.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya. (TQS. Az-Zumar [39]: 2)
أَلاَ لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik) (TQS. Az-Zumar [39]: 3)
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (TQS. Az-Zumar [39]: 11)
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي
Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (TQS. Az-Zumar [39]: 14)
Ayat-ayat di atas merupakan seruan kepada Rasulullah saw., hanyasaja sudah dimaklumi bahwa seruan kepada Rasulullah saw. adalah juga seruan kepada umatnya.
Dalil As Sunnah Wajibnya Ikhlas
Adapun dalil wajibnya ikhlas dari As-Sunah adalah :
· Hadits dari Abdullah bin Mas’ud riwayat At-Tirmidzi dan As-Syafi’i dalam Ar-Risalah dari Nabi saw., beliau bersabda:
«نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلاَثٌ لاَ يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلاَصُ الْعَمَلِ ِللهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ»
Allah akan menerangi orang yang mendengar perkataaku, kemudian ia menyadarinya, menjaganya, dan menyampaikannya. Terkadang ada orang yang membawa pengetahuan kepada orang yang lebih tahu darinya. Ada tiga perkara yang menyebabkan hati seorang muslim tidak dirasuki sifat dengki, yaitu ikhlas beramal karena Allah, menasihati para pemimipin kaum Muslim, dan senantiasa ada dalam jama’ah al-muslimin. Karena dakwah akan menyelimuti dari belakang mereka.
· Hadist dari Ubay bin Kaab ra. riwayat Ahmad, ia berkata dalam Al-Mukhtarah isnadnya hasan. Rasulullah saw. bersabda:
«بَشِّرْ هَذِهِ اْلأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي اْلأَرْضِ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلَ اْلآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ نَصِيبٌ»
Berikanlah kabar gembira kepada umat ini dengan kemegahan, keluhuran, pertolongan, dan keteguhan di muka bumi. Siapa saja dari umat ini yang melaksanakan amal akhirat untuk dunianya, maka kelak di akhirat ia tidak akan mendapatkan bagian apapun.
· Hadits dari Anas riwayat Ibnu Majah dan Al-Hakim, ia berkata hadits ini shahih memenuhi syarat Bukhari Muslim, Rasulullah saw. bersabda:
«مَنْ فَارَقَ الدُّنْيَا عَلَى اْلإِخْلَاصِ ِللهِ وَحْدَهُ وَعِبَادَتِهِ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ مَاتَ وَاللهُ عَنْهُ رَاضٍ»
Barang siapa yang meninggalkan dunia ini (wafat) dengan membawa keikhlasan karena Allah Swt. saja, ia tidak menyekutukan Allah sedikitpun, ia melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, maka ia telah meninggalkan dunia ini dengan membawa ridha Allah.
· Hadits dari Abi Umamah Al-Bahili riwayat An-Nasai dan Abu Daud, Rasulullah saw. bersabda:
«إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ»
Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan dilakukakan karena mengharap ridha Allah semata. Al-Mundziri berkata isnadnya shahih.
(Sumber: Buku Hizbut Tahrir, Min Muqowwimat an Nafsiyah al Islamiyah)
www.hizbut-tahrir.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)